Posts

Kekhawatiran, Pandemi, dan Buku. Aku Mampu Beradaptasi.

Image
  “A good book is an event in my life” - Stendhal Pandemi mengharuskan semua individu tanpa terkecuali menghentikan segala perubahan yang sedang diusahakan, baik berhenti secara sementara atau menggantikannya dengan alternatif lain. Hai perkenalkan saya Rian. Saat ini saya berusia 25 tahun, usia dimana sebagian individu seusia saya sedang sama-sama mempertanyakan hidup yang sedang dijalani, begitupun saya. Jalan didepan bagi saya masih terlihat abu-abu, saya tidak tahu kemana sebaiknya saya melangkah dan bagaimana saya dapat menuju kesana. Jadilah saya perlu mencoba beberapa jalan untuk langkah pertama saya. Disaat pandemi ini tanpa peringatan hadir, saya sedang berusaha mengambil langkah pertama saya untuk mencari pekerjaan dan mencari beasiswa untuk melanjutkan mimpi saya mendapatkan gelar magister. “Jika tidak bekerja saya ingin melanjutkan pendidikan akademis” pikir saya. Namun bukan hidup namanya jika semua rencana manusia selalu menjadi kenyataan. Beasiswa gagal s...

Review Buku Reinventing Your Life Oleh Jeffrey E. Young and Janet S. Klosko

Image
" Sering menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pribadi? Mulai panik ketika seseorang yang dicintai pergi atau mengancam untuk pergi? Sering merasa cemas tentang bencana alam, kehilangan semua uang, atau sakit parah? Menemukan bahwa tidak peduli kesuksesan apa yang sudah diraih, kita masih merasa tidak bahagia, tidak puas, atau tidak layak?". Itu ada narasi yang tertulis di sampul belakang buku ini. Kedua penulis merupakan pemilik Cognitive Theraphy Center di New York. Lifetrap atau jebakan hidup terutama terbentuk pada masa kecil dan pertumbuhan kita yang kemudian berulang terjadi hingga kita dewasa. Secara garis besar buku ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana menghentikan lifetrap yang tentu saja dipercaya membuat kita menjadi lebih bahagia. Dalam buku ini penulis menjelaskan 11 lifetrap yang paling umum dialami manusia : abandonment, mistrust-abuse, vulnerability, dependence, emotional deprivation, social exclusion, defectiveness, failure, subjugation, ...

Review Buku Into The Magic Shop Oleh James R. Doty

Image
  First at all , saya ingin berterimakasih kepada BTS. Jujur alasan pertama membaca buku ini adalah penasaran dengan buku yang menjadi inspirasi lagu karya mereka, Magic Shop . Namun buku ini benar-benar beyond my expectation . Banyak sekal insight baru yang saya dapat. Thanks BTS. Buku ini menceritakan perjalanan hidup penulis, terutama menyoroti kehidupan masa kecilnya beserta magic trick yang ia pelajari sehingga membawa dan membentuknya menjadi pribadi sekarang. Mungkin terkesan plot yang simpel, namun yang menarik menurut saya adalah penulis juga turut menambahkan hasil-hasil jurnal penelitian terkait terutama penelitian mengenai neuro-brain system . Menarik. “Others can create your reality only if you don’t create it yourself.” Cerita bermula di Lancaster-California pada tahun 1968 saat Jim bertemu dengan Ruth seorang perempuan paruh baya yang sedang menjaga Cactus Rabbit Magic Shop milik Niel-anaknya. Awalnya Jim hanya berniat membeli properti sulapnya yang hilang...

Review Buku It’s Not About the Burqa oleh Mariam Khan

Image
Pemilihan kata burqa di judul diambil sebagai pengambaran identitas seorang perempuan muslim oleh masyarakat terutama dunia barat. “We’ve listened to a lot of people talking about who muslim women are without actually hearing muslim women. So now, we are speaking. And now, it’s your turn to listen.” Mariam Khan, editor buku ini, menyampaikan salah satu alasan utamanya menyusun buku ini adalah bagaimana pengambaran, pengambilan keputusan serta representasi perempuan muslim kebanyakan bukan merupakan perspektif langsung dari perempuan muslim. Ia ingin masyarakat mendengar perspektif perempuan muslim langsung dari perempuan muslim sendiri. “Don’t speak for me. I am perfectly capable of speaking for my self. Does that sound oppressed or weak?” Buku ini berisi narasi dari 17 perempuan muslim dari berbagai latar belakang, baik kewarganegaraan, etnis, pekerjaan dan sebagainya. Mereka semua menuliskan perspektif mereka mengenai beragam isu seputar perempuan dan islam. Beberapa narasi yang ...

Period Poverty : Menstruasi dan Stigma

Image
  “No woman or girl should be held back because of her period ” Menstruasi merupakan proses biologis yang dialami 1,8 miliar wanita usia subur di seluruh dunia. Dimana setiap perempuan rata-rata menghabiskan 2.535 hari menstruasi seumur hidupnya. Seharusnya ini menjadikan akses ke produk terkait menstruasi selayaknya menjadi hak asasi manusia universal, bukan hak istimewa. Hal ini berarti terlepas dari bagaimana situasi keuangan, sosial, dan budayanya setiap perempuan harus mendapat akses yang cukup terhadap pembalut, tampon ataupun mentrual cup serta fasilitas sanitasi yang baik. Namun nyatanya hingga detik ini terdapat perempuan yang sedang menstruasi di beberapa belahan dunia masih terstigmatisasi dan tidak mampu memperoleh produk terkait menstruasi yang terjangkau dan higienis.  Period Poverty? Period poverty didefiniskan sebagai sebuah masalah global yang mempengaruhi perempuan yang tidak memiliki akses yang memadai terhadap produk terkait menstruasi yang aman dan hig...

Perempuan Dan Kesehatan Mental

Image
Kesehatan mental didefinisikan WHO sebagai suatu keadaan sejahtera di mana seseorang menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal serta dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya. Lalu apakah gangguan kesehatan mental mempengaruhi laki-laki dan perempuan secara berbeda? Yuk simak penjelasan berikut Kesehatan mental mempengaruhi laki-laki dan perempuan secara berbeda? Gangguan kesehatan mental umumnya dimanifestasikan dengan beberapa kombinasi yang abnormal antara pemikiran, emosi, perilaku dan hubungan dengan orang lain. Gangguan kesehatan mental meliputi depresi, gangguan bipolar, skizofrenia dan gangguan psikosis lainnya, demensia, gangguan perkembangan termasuk autisme. Masalah kesehatan mental mempengaruhi perempuan dan laki-laki secara berbeda. Menurut laporan National Institute of Mental Health pada kondisi schizophrenia dan bipolar disorder tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian antara perempuan dan...

Sering Menyisakan Makanan? Yuk Ketahui Fakta Kelaparan, Food Waste dan Obesitas

Image
' Take what you need, eat what you take. Don't waste the food. ' Masih seringkah kita menyisakan makanan? Jika masih, fakta berikut semoga dapat menjadi pengingat karena menyisakan makanan selain menjadikannya sampah dan menyebabkan kerugian secara ekonomi juga dianggap tidak etis karena masih banyak jiwa yang masih mengalami kelaparan di seluruh penjuru dunia. 820 Juta Jiwa Di Seluruh Dunia Hidup Dengan Kurang Gizi Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan The State of Food Security and Nutrition in the World: Safeguarding Against Economic Slowdowns and Downturns  lebih dari 820 juta jiwa hidup dengan kurang gizi. Dimana wilayah Afrika menjadi wilayah dengan pravalensi nutrisi kurang terbanyak yaitu sebesar 20%. Selain itu fakta menunjukkan satu dari tujuh bayi baru lahir atau sekitar 20 juta bayi di seluruh dunia lahir dengan berat badan lahir rendah dimana kondisi tersebut meningkatkan resiko kematian pada 28 hari pertama kehidupan. Dimana kura...